20170128_234640

Urbanisasi mempertahankan disertasinya di hadapan penguji promosi gelar Doktor Ilmu Hukum, FH Unhas, Jumat (27/1/2017). UrbanNews dok./Marchel

JAKARTA, URBANNEWS – Salah satu putra terbaik Mamasa, Sulawesi Barat yang berprofesi sebagai advokat di Jakarta, berhasil meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (27/1/2017). Pengacara kelahiran Mambi, 3 Juni 1972 ini, secara resmi dapat menggunakan gelar doktor setelah mampu menjelaskan dan mempertahankan disertasinya di hadapan para Guru besar Unhas yang terdiri dari Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, SH., MH. selaku Promotor, Prof. Dr. Syamsul Bachri, SH. MS., Prof. Dr. Abdul Razak,SH. MH., keduanya sebagai Co Promotor serta Prof. Dr. Ir. Abrar Salleng, SH, MSi, Prof. Dr. Djafar Saidi, SH. MH., Dr. Ansyari Ilyas, SH. MH., Dr. Oky Deviany Burhamzah, SH. MH., selaku penguji internal dan penguji ekternal yakni Guru Besar Fakultas Hukum UGM yang juga Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementrian Hukum dan HAM RI, Prof. Dr. Enny Nurbaningsi, SH. MH., yang dihadiri para tamu undangan dalam proses ujian promosi dan penganugrahan gelar Doktor Ilmu Hukum. Kini, Putra Pertama dari (alm) Panehas Panambo dan Kartini Pawa, resmi mengunakan titel impiannya yakni bertambahnya satu gelar didepan namanya menjadi: Dr. URBANISASI, S.H., M.H.,Dip. Th, CLA., CIL.

Pada acara tersebut, turut hadir Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Pembangnan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK-RI) Marsekal Muda TNI (Purn) Masmun Yan Manggesa, S.E., MBA., Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis (DPN GEPENTA) Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Parasian Simanungkalit, S.H., M.H.,CIL., Dirut PT KBN H. Sattar Taba S.E. yang juga Ketua Umum KKSS Pusat, serta beberapa pejabat negara, advokat, kerabat, mahasiswa S3 Unhas yang bergabung bersama rombongan keluarga dan sahabat dalam memberikan doa dan dukungan kepadanya.

20170127_203800

Ujian Promosi dan Penganugerahan Gelar Doktor Ilmu Hukum kepada Urbanisasi di Universitas Hasanuddin, Jumat (27/1/2017). U3NEWS dok./Marselinus.

Saat ditemui di kediamannya, Perumahan CitraLand Celebes, Makassar, Sabtu (28/1/2017), Urbanisasi atau lebih akrab disapa Urban, menceritakan perjuangan dan tujuan hidupnya kepada media. Manurutnya, kata urbanisasi bukan sekedar perpindahan dari desa ke kota melainkan memiliki makna filosofi mendalam yang mewarnai perjuangan hidupnya.

“Almarhum Ayah saya seorang guru yang idealis. Nama Urbanisasi menjadi simbol bahwa keluarga kami harus berani meninggalakan sona nyaman di desa untuk berjuang di kota dan pada saatnya akan kembali lagi membagun daerah tercinta. Sektor pendidikan, tentu kualitas di kota lebih maju dari tempat asal kami di Mamasa dan tak kalah pentingnya adalah pengalaman hidup yang membentuk kita menjadi pribadi yang kuat secara mental”, jelas Urban.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pengacara Indonesia (LSPPI) yang lebih senang menyebut dirinya “Anak Desa dari Mamasa” ini menyatakan, gelar doktor yang diraihnya secara khusus dipersembahkan untuk Mamasa dan Sulawesi Barat.

“Syukur kepada Tuhan, gelar ini sudah lama saya nantikan untuk lebih memotivasi generasi muda Mamasa dan Sulawesi Barat. Kerena, menginspirasi generasi muda tidak cukup dengan memberi motivasi berupa teori, Namun kita harus berjuang meraih level-level tertentu sehingga dapat menjadi duplikat secara nyata bagi mereka untuk berani maju berjuang. Saya berharap, kedepan akan muncul banyak generasi muda yang bisa lebih hebat”, ungkap Sekjen DPN GEPENTA ini.

Menurutnya, untuk bisa sukses, generasi muda harus berani keluar dari sona nyaman dengan meninggalkan daerah untuk maju meraih pendidikan tinggi dari berbagai disiplin keilmuan, pengalaman dan perjuangan hidup melalui karya nyata di luar daerah. Menimbah banyak pengalaman sukses di luar, lalu pada waktunya akan kembali membangun daerah dari berbagai bentuk dan cara yang berbeda-beda.

Saat ditanya kesiapan dirinya terjun ke dunia politik praktis atau menjadi calon pemimpin daerah Mamasa atau Sulbar, dosen salah satu universitas terbaik di Jakarta ini hanya tersenyum dan menjawab masih ingin konsentrasi sebagai praktisi hukum.

“Kalau politik praktis atau jabatan tertentu semua ada waktunya. Saya kan baru 44 tahun, masih banyak senior-senior dan guru saya yang hebat di Mamasa dan Sulbar yang bisa tampil saat ini. Kemudian Saya ini orang hukum bukan orang politik, sambari berkelekar. Dengan gelar yang ini, saya berharap bisa semakin bermanfaat bagi umatNya terutama dalam hal penegakan hukum yang adil dan benar. Saya ingin menjadikan manusia sebagai tujuan hidup saya berkarya dan menjadi saluran berkat bagi umat Tuhan”, jawab Urban mengakhiri percakapan.

Rangkuman penelusuran yang dihimpun dari berbagai sumber:

Sosok Urbanisasi mulai dikenal di Jakarta sejak menjadi wartawan salah satu media terkenal di Indonesia. Dari profesi wartawan, Urban akhirnya beralih menjadi advokat muda kala itu sesuai latar belakang pendidikannya sebagai sarjana hukum. Berhasil mendirikan kantor Advokat dengan nama The Urban Law Office dan Partners, ia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Garuda, dan memimpin lembaga Sertifikasi dibidang hukum pertama kali di indonesia sebagai Ketua Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) Auditor Hukum Indonesia (Asahi) yang digagas Prof. Jimly Assidiqie, sekaligus sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Hukum ASAHI News. Saat ini anak kedua dari Pasangan PH Panambo dan Kartini Pawa juga diketahui menjadi Owner dari Lembaga Diklat Profesi Hukum dan Mediasi Center Indonesia (LEMDIK-PHINTERINDO), yang memiliki visi besar membangun SDM untuk menjadi pekerja bidang hukum yang kompeten.

Ia juga merupakan Pengacara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara lain PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI Persero), PT. Djakarta Loyd Persero, PT. Kawasan Berikat Nusantara Persero serta menjadi pengacara Dahkan Iskan saat menjabat Mentri BUMN dan menjadi lawyer beberapa tokoh besar membuatnya semakin dikenal di kalangan advokat dan tokoh-tokoh nasional di Ibukota Negara. Diketahui, Urbanisasi bersahabat dekat dengan pendiri dan mantan ketua Mahkama Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddqie, S.H.

Namun sayang, latar belakang sebagai wartawan membuatnya selalu bermain di belakang layar, sehingga media tidak banyak mempublikasikan sepakterjangnya. Namanya mulai viral dibicarakan di media saat menjadi kuasa hukum Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama. Kini Urbanisasi memegang jabatan penting di beberapa lembaga hukum terkenal di Jakarta serta aktif menjadi advokat berbagai kasus pidana dan perdata perseorangan dan lembaga/perusahaan. Dengan mencapai gelar Doktor Ilmu Hukum, entah prestasi apa lagi yang dapat diukir “Si Anak Desa dari Mamasa” ini di dunia hukum Indonesia.

 

Sumber: www.urbannews.co.id